Prinsip masyarakat madani

Untuk mencapai masyarakat yang beradab dan sejahtera, maka masyarakat madani harus ditegakkan atas prinsip-prinsip berikut ini:

  1. Keadilan
    Keadilan merupakan sunnatullah dimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan prinsip keadilan dan keseimbangan. Dalam Al Qur’an keadilan disebut sebagai hukum keseimbangan yang menjadi hukum jagat raya, dan merupakan sikap yang paling dekat dengan takwa.
  2. Supremasi Hukum
    Keadilan tersebut harus dipraktekan dalam semua aspek kehidupan yang dimulai dari menegakkan hukum. Menegakkan hukum yang adil merupakan amanah yang diperintahkan untuk dilaksanakan kepada yang berhak (Surat An Nisaa’ ayat 58)
    Dalam upaya supremasi hukum itu kita harus menetapkan hukum kepada siapa pun bahkan kepada orang yang membenci kita sekalipun (Surat Al Maai’dah ayat 8)
  3. Egalitarianisme
    Egalitarianisme artinya adalah persamaan, tidak mengenal sistem dinasti geneologis. Artinya bahwa masyarakat madani tidak melihat keutamaan atas dasar keturunan, ras, etnis, dsb melainkan atas prestasi, yang dalam bahasa Al Qur’an adalah takwa (QS. Al Hujuraat: 13). Oleh karena prinsip inilah maka akan terwujud keterbukaan dimana seluruh anggota masyarakat berpartisipasi untuk menentukan pemimpinnya dan dalam menentukan kebijakan-kebijakan publik.
  4. Pluralisme
    Pluralisme adalah sikap dimana kemajemukan merupakan sesuatu yang harus diterima sebagai bagian dari realitas obyektif, tidak sebatas mengakui bahwa masyarakat itu plural melainkan juga harus disertai dengan sikap yang tulus bahwa keberagaman merupakan bagian dari karunia Allah dan rahmat Nya karena akan memperkaya budaya melalui interaksi dinamis dengan pertukaran budaya yang beraneka ragam.
    Kesadaran pluralisme itu kemudian diwujudkan untuk bersikap toleran dan saling menghormati diantara sesama anggota yang berbeda baik dalam hal etnis, suku bangsa maupun agama. Sikap toleran dan saling menghormati itu dinyatakan dalam Al Qur’an QS. Yunus: 99 dan QS. Al An’aam: 108.
  5. Pengawasan sosial
    Pengawasan sosial menjadi penting terutama ketika kekuatan yang maupun kekuasaan cenderung menyeleweng sehingga perwujudan masyarakat beradab dan sejahtera hanya slogan semata. Pengawasan sosial baik secara individu maupun lembaga merupakan suatu keharusan dalam usaha pembentukan masyarakat beradab dan sejahtera yang harus didasarkan atas prinsip fitrah manusia baik sehingga senantiasa bersikap husnu al-dzan.

esty indrasari – yogi prastomo – tito indra prastomo – tara indra prastomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
error: Content is protected !!