Konsekuensi Pengangkatan Anak

Perbuatan pengangkatan anak mengandung konsekuensi – konsekuensi yuridis bahwa anak angkat itu mempunyai kedudukan hukum terhadap yang mengangkatnya.[1] Dalam perkembangannya pengangkatan anak ini bukan hanya sekedar pemisahan hubungan yuridis dengan orang tua kandungnya, namun  permasalahan anak angkat sudah berkembang kepada masalah pembagian harta warisan. Simpang siurnya masalah pembagian harta dan kedudukan anak angkat dalam hal mewarisi baik secara Islam maupun secara ketentuan hukum perdata di antisipasi oleh orang tua angkat dengan membuat surat wasiat wajibah untuk memberikan hartanya kepada anak angkatnya. Di berbagai daerah di Indonesia anak angkat mempunyai kedudukan hukum yang sama dengan anak keturunan sendiri, juga termasuk hak untuk dapat mewaris kekayaan yang ditinggalkan orang tua angkatnya pada waktu meninggal dunia, akan tetapi dalam kenyataannya anak angkat yang sah masih dianggap bukan bagian dari keluarga yang merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, sehingga mereka dianggap tidak berhak atas harta peninggalan orang tuanya karena bukan ahli waris dari orang tua yang mengangkatnya.


[1] Muderis Zaini, Adopsi, Suatu Tinjauan Dari Tiga Sistem Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2007, hlm. 51

esty indrasari – yogi prastomo – tito indra prastomo – tara indra prastomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
error: Content is protected !!