Pengertian hukum adat waris dan pembagian warisan menurut hukum islam

Hukum adat waris meliputi norma-norma hukum yang menetapkan harta kekayaan baik yang materiil maupun imaterial, yang dapat diserahkan oleh seseorang kepada turunannya serta sekaligus juga dapat saat, cara dan proses peralihannya.

Proses peralihannya sudah dapat dimulai semasa pemilik harta kekayaan itu masih hidup, yang penting adalah bahwa pengertian warisan memperlihatkan adanya 3 unsur mutlak, yaitu:

  1. seseorang peninggal warisan yang pada wafatnya meninggalkan harta kekayaannya
  2. seseorang atau beberapa ahli waris yang berhak menerima kekayaan yang ditinggalkan
  3. harta warisan atau harta peninggalan yaitu kekayaan yang ditinggalkan dan sekaligus beralih kepada ahli waris itu.

Sistem hukum kewarisan Islam adalah individual patrilinial. Seseorang akan mewaris yaitu menerima bagian warisan dari harta peninggalan seseorang yang meninggal, dimungkinkan oleh salah satu dari sebab:

  1. hubungan darah dekat (nasab)
  2. hubungan perkawinan
  3. wala’ (perjanjian pertolongan memerdekakan perbudakan).

Di Indonesia ketentuan yang berkenaan dengan perkawinan telah diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974 dan peraturan pelaksanaannya yaitu PP No. 9 Tahun 1975, sedangkan sebagai aturan pelengkap yang menjadi pedoman bagi hakim di lembaga peradilan agama adalah Kompilasi Hukum Islam yang telah ditetapkan dan disebarluaskan melalui Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

esty indrasari – yogi prastomo – tito indra prastomo – tara indra prastomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
error: Content is protected !!