Perkembangan perburuhan sejak sebelum Indonesia merdeka

Perkembangan perburuhan sejak sebelum Indonesia merdeka;

– Sistem perbudakan

Sistem ini pada masa sebelum proklamasi telah berlangsung lama dan memiliki akar sejarah dengan berlakunya sistem kelas sosial pada masyarakat Indonesia. Perbudakan baru mulai diatur dengan terbitnya peraturan tahun 1817. Setelah itu tahun 1854 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan Regeringsregkement (RR) yang menetapkan penghapusan perbudakan paling lambat tangga; 1 Januari 1860.

– Sistem kerja paksa/ rodi

Sistem ini diberlakukan secara kolektif dalam bentuk satuan desa, suku, kerajaan atau untuk keperluan raja. Pada dasarnya sistem ini lebih kejam dari perbudakan karena dalam kerja rodi mereka tidak diberi makan dan pemondokan seperti perbudakan. Pada jaman penjajahan Jepang kondisi ini semakin parah.

– Punale sanksi (poenale sanctie)

Yakni hukuman yang diberikan kepada pekerja karena meninggalkan atau menolak melakukan pekerjaan tanpa alasan yang dapat diterima dengan pidana denda pada saat itu antara Rp. 16.000,- sampai Rp. 25.000,- atau dengan kerja paksa selama 7 sampai dengan 12 hari.

Punale sanksi merupakan produk dari terbitnya Undang-Undang Agraria Tahun 1870 yang isinya mendorong munculnya perkebunan swasta besar sehingga memerlukan pekerja/ buruh dalam jumlah banyak.

– Sistem perhambaan & Peruluran

Perhambaan adalah peristiwa dimana seseorang meminjam sejumlah uang dengan cara menggadaikan dirinya sendiri atau orang lain yang berada di bawah kekuasaannya (misalnya anak) untuk melakukan pekerjaan sampai dengan hutangnya lunas. Sedangkan peruluran terjadi pada jaman Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen berkuasa, pemerintah Hindia Belanda membagi tanah kosong untuk dijadikan kebun kepada orang-orang yang disebut perkenir atau ulur (buruh tani yang tidak punya lahan). Para perkenir diharuskan menanam tanaman yang hasilnya harus dijual kepada kompeni yang harganya telah ditetapkan oleh kompeni secara sepihak.

esty indrasari – yogi prastomo – tito indra prastomo – tara indra prastomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
error: Content is protected !!