Prinsip tanggung jawab pelaku usaha

Prinsip tanggung jawab pelaku usaha

Secara umum, prinsip tanggung jawab dalam hukum dalam hukum dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

1. Prinsip tanggung jawab berdasarkan unsur kesalahan

Prinsip ini cukup umum berlaku dalam hukum pidana dan perdata. Prinsip ini menyatakan bahwa seseorang baru dapat dimintakan pertanggung jawabannya secara hukum jika terpenuhi 4 unsur pokok, yaitu adanya:

  1. perbuatan
  2. unsur kesalahan
  3. kerugian yang diderita
  4. hubungan kausalitas antara kesalahan dan kerugian

Asas ini dapat diterima dan adil bagi orang yang berbuat salah untuk mengganti kerugian bagi pihak korban, dengan kata lain, tidak adil jika orang yang tidak bersalah harus mengganti kerugian yang diderita orang lain.

2. Prinsip praduga untuk selalu bertanggung jawab

Prinsip ini menyatakan bahwa tergugat selalu dianggap bertanggung jawab sampai ia dapat membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Jadi beban pembuktian ada di tergugat.

Menurut Sidharta, terdapat 4 jenis doktrin hukum pengangkutan khususnya berkaitan dengan prinsip tanggung jawab ini:

  1. Pengangkut dapat membebaskan diri dari tanggung jawab kalau ia dapat membuktikan bahwa kerugian ditimbulkan oleh hal-hal diluar kekuasaannya.
  2. Pengangkut dapat membebaskan diri dari tanggung jawab jika ia dapat membuktikan, ia mengambil suatu tindakan yang diperlukan untuk menghindari timbulnya kerugian
  3. Pengangkut dapat membebaskan diri dari tanggung jawab jika ia dapat membuktikan kerugian yang timbul bukan kesalahannya
  4. Pengangkut tidak bertanggung jawab jika kerugian itu ditimbulkan oleh kesalahan atau kelalaian penumpang atau karena kualitas atau mutu barang yang diangkut tidak baik.

3. Prinsip praduga untuk tidak selalu bertanggung jawab

Prinsip ini adalah kebalikan dari prinsip kedua, hanya dikenal dalam lingkup transaksi konsumen yang sangat terbatas dan pembatasan demikian biasanya dapat dibenarkan secara common sense. Pada perkembangannya prinsip ini mengarah kepada prinsip tanggung jawab dengan pembatasan uang ganti rugi, sehingga dalam hal pengangkutan, pihak yang dibebankan untuk membuktikan kesalahan itu ada pada penumpang/ konsumen.

4. Prinsip tanggung jawab mutlak

Prinsip ini secara umum digunakan untuk menjerat pelaku usaha, khususnya produsen barang, yang memasarkan produknya yang merugikan konsumen. Menurut asas ini, produsen wajib bertanggung jawab atas kerugian yang diderita konsumen atas penggunaan produk yang dipasarkannya. Gugatan product liability dapat dilakukan berdasarkan 3 hal:

  1. Melanggar jaminan
  2. Ada unsur kelalaian
  3. Menerapkan tanggung jawab mutlak

5. Prinsip tanggung jawab dengan pembatasan

Prinsip ini sering dicantumkan sebagai klausa eksonerasi dalam perjanjian oleh pelaku usaha, namun prinsip ini sangat merugikan konsumen apabila ditetapkan secara sepihak oleh pelaku usaha.


esty indrasari – yogi prastomo – tito indra prastomo – tara indra prastomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
error: Content is protected !!